APA PERAN PEMIMPIN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN?

Di Kolom Sebelumnya . Saya Melaporkan Kasus Penarikan Intel Dari Bisnis Dram Sebagai Contoh “Ilusi Dan Kenyataan” Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen. Di Ruang Rapat. Di Latar Belakang Kincir Ria Di Luar Jendela. Dia Dan Mendiang Gordon Moore (Saat Itu Ketua Dan Ceo) Membuat Keputusan. “Niat Untuk Mengundurkan Diri.” Keputusan” Bukanlah Bagian Penting Dari Proses Penarikan.

Pengambilan Keputusan

Sebaliknya. Dikatakan Bahwa Itu Adalah Adegan Pengambilan Keputusan Yang “Mengkonfirmasi” Gerakan Mundur Yang Dipimpin Oleh Lapangan.

Jadi Ada Satu Pertanyaan. Apa Peran Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan? Aku Mengatakan Itu. Apa Yang Harus Diputuskan Oleh Para Pemimpin? Di Kolom Ini. Saya Ingin Menangkap Keseluruhan Gambar.

Mari Kita Mulai Dengan Kesimpulan. Peran Seorang Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan Dapat Dikategorikan Menjadi Dua Saja.

  1. Menentukan Aturan Pengambilan Keputusan
  2. Menentukan Cara Menangani Peristiwa Yang Menyimpang Dari Aturan
See also  IRAN MEMASANG KAMERA PENGINTAI UNTUK MENGIDENTIFIKASI WANITA YANG MELANGGAR ATURAN BERPAKAIAN

Pertama-tama. Pengambilan Keputusan Kategori 1 Menentukan Algoritma Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi. Putuskan Apa Yang Harus Dilakukan Dalam Situasi Ini. Dan Apa Yang Harus Dilakukan Dalam Situasi Ini. Dapat Dikatakan Bahwa Itu Adalah “Meta-decision Making” Yang Membuat Keputusan. Pengambilan Keputusan Meta Ini Adalah Tempat Para Pemimpin Harus Menghabiskan Sebagian Besar Waktu Dan Perhatian Mereka.

Dan Untuk Menumbuhkan Organisasi. Perlu “Mendelegasikan Otoritas” Melalui Aturan Ini.

Misalnya. Keputusan Bahwa Manajer Dapat Menyetujui Jumlah 100.000 Yen Atau Kurang Juga Termasuk Dalam Kategori Ini. Jika Semua Peristiwa Dikonfirmasi Oleh Pemimpin Satu Per Satu. Pekerjaan Pemimpin Tidak Akan Berjalan Lancar. Ini Juga Merupakan Keputusan Kategori 1.

Namun. Bahkan Jika Aturan Sudah Diputuskan. Tidak Semua Fenomena Termasuk Dalam Kategori Tersebut. Aturan Yang Ditetapkan Di Masa Lalu Saja Tidak Dapat Bersaing Dengan Masyarakat Yang Selalu Berubah.

See also  Pilih Lantai Marmer Dekorasi yang Sempurna untuk Rumah Anda

Pemimpin Harus Membuat Keputusan Akhir Tentang Bagaimana Melakukan Hal-hal Yang Menyimpang Dari Aturan. Ini Adalah Keputusan Kategori.

Pemimpin Yang Terlalu Sibuk

Jika Pemimpin Menghabiskan Seluruh Waktunya Untuk Membuat Keputusan Kategori 2. Maka Aturan Kategori 1 Tidak Berfungsi

Jika Situasi Ini Dibiarkan Apa Adanya. Situs Tidak Akan Dapat Mengambil Keputusan Sendiri. Dan Pemimpin Akan Diminta Untuk Mengambil Keputusan Satu Per Satu. Peluang Bagi Pemimpin Untuk Melakukan Intervensi Di Lapangan Akan Semakin Besar.

Pemimpin Yang Terlalu Sibuk Sering Berakhir Dalam Situasi Ini. Dan Jika Situasi Ini Berlanjut. Saya Akan Menjadi Mabuk Dengan Diri Saya Sendiri Yang Memutuskan Setiap Peristiwa Kecil. Dan Saya Akan Merasakan Kegunaan Dalam Tuntutan Konstan Dari Situs.

See also  RAHASIA SEKOLAH ASRAMA TERATAS PANTAI BARAT

Perilaku Pemimpin Seperti Itu Semakin Membuat Kategori 1 Keluar Dari Karakternya. Keadaan Ini Dapat Disamakan Dengan Keadaan Di Mana Air Bocor Dari Ember. Dan Anda Melakukan Yang Terbaik Untuk Mengatasi Air Yang Bocor Tersebut. Tak Perlu Dikatakan. Yang Harus Dilakukan Adalah Mengganti Ember Atau Memperbaikinya.

Sekali Lagi. Para Pemimpin Harus Memprioritaskan Keputusan Kategori 1. Namun Cenderung Diabaikan Karena Pengambilan Keputusan Kategori 2 Cenderung Menjadi Raison D’etre Pemimpin.

Gaya Manajemen Mantan Ceo Uber Travis Kalanick. Yang Mengundurkan Diri Setelah Serangkaian Skandal. Menggambarkan Sulitnya Mencapai Keseimbangan Tersebut.

You May Also Like

About the Author: author